Testimoni dari Cordisian Sydney – Marco

Home / Articles / Testimoni dari Cordisian Sydney – Marco

Testimoni dari Cordisian Sydney – Marco

Saat pertama kali bergabung dengan DC, saya hanya tahu sedikit mengenai Tuhan, tentang gereja Katolik, pengajarannya, dan juga mengenai iman. Tahun lalu saya banyak belajar mengenai Katolik, tetapi tetap saja baru permukaannya. Karena itulah penting bagi saya untuk menjadi bagian dari komunitas seperti DC. Komunitas di mana para anggotanya selalu saling menyemangati satu sama lain, saling berbagi mengenai perjalanan pribadi, dan senang rasanya bisa memahami perspektif satu sama lain yang berbeda-beda.

Dalam perjalanan pribadi saya, DC telah menyediakan platform untuk mengenal lebih lagi mengenai Yesus dan pengajaranNya di dalam lingkungan yang bebas dari penghakiman. Saya bersyukur karena dapat mengajukan berbagai pertanyaan yang terkesan kontroversial, namun saya tetap bisa melakukan pembicaraan dan memperoleh tanggapan dari teman-teman yang punya pemahaman lebih mengenai Tuhan, dan yang dapat menjelaskan alasan di balik setiap pengajaran.

Ada anggota-anggota komunitas yang punya perjalanan mirip dengan saya, dan ada juga teman-teman yang punya jalan yang berbeda. Melalui teman-teman di DC, saya dapat melihat bahwa menjadi seorang religius tidaklah berarti naif, atau innocent, atau nggak cool. Kenyataannya, terbukti bahwa ada orang-orang yang mengagumkan, yang lebih berpengetahuan dan ulet daripada saya, yang hidup memberikan dirinya melalui Kristus.

Salah satu dari kunci yang bisa saya bawa sebagai bekal adalah “kasih” yang menjelaskan banyak hal tentang pandangan dari Catholicism. Sangatlah mengagumkan melihat DC Australia saling menguatkan satu sama lain melalui kasih – terutama kasih untuk komunitas yang lebih besar dan bagi Tuhan –  untuk menginspirasi orang muda mengubah dunia dalam Kristus.

Saya sungguh bersyukur telah bertemu dengan komunitas yang menginspirasi satu sama lain, dan ingin belajar lebih lagi mengenai apa yang disebut dengan “mengubah dunia dalam Kristus”.
Salam,

Marco

 

Recommended Posts