Spes Cordis 2017: Rekoleksi Orang Tua

Home / Articles / Spes Cordis 2017: Rekoleksi Orang Tua

Spes Cordis 2017: Rekoleksi Orang Tua

Setiap tahun ajaran baru, karya kerasulan Spes Cordis (www.spescordis.org), yaitu Program Pendampingan memulai kegiatan tahunan dengan acara rekoleksi orang tua, yang kali ini diadakan pada tanggal 15 s.d. 16 Juli 2017. Dalam rekoleksi ini disampaikan apa yang menjadi misi dari kerasulan Spes Cordis. Selain itu, dijelaskan mengenai dinamika kegiatan pendampingan, termasuk memperkenalkan juga apa sih komunitas Domus Cordis ini beserta apostolate yang bernaung di dalamnya. Tentu saja, di sela – sela acara, kakak pendamping Spes Cordis dapat ngobrol dengan orang tua dari adik teen cordisians.

DomusCordis Rekoleksi Orang Tua 2017

Pengajaran pertama dibuka oleh Kak Vindes dengan kesaksiannya mengenai latar belakang keluarga serta bagaimana caranya hingga dia dapat mengenal Tuhan sebagai Juru Selamatnya. Lalu, bagaimana sih caranya bisa mengenal Tuhan? Ternyata Tuhan itu hanya sejauh doa. Melalui doa kita, Allah mengutus Roh Kudus Nya untuk memberikan kekuatan dan hikmat dalam kehidupan sehari-hari. Jelas bahwa Roh Kudus itu dekat dengan kita dan tidak di awang-awang.

Ada lagi kesaksian Kak Yenny di mana ia nggak pernah mendapat afirmasi dari mamanya sehingga merasa nggak dicintai oleh mamanya. Pada akhirnya ia menyadari hanya cinta Tuhan yang dapat menerima dia apa adanya. Setelah kesaksian itu, Kak Yenny mengajak semua orang tua untuk berefleksi akan apa yang mereka syukuri dari keluarga dan anak-anak mereka.

Ternyata kegiatan rekoleksi yang diadakan sepanjang weekend, selama 2 hari mendapat tanggapan positif dari orang tua yang hadir, terutama di acara pencurahan Roh Kudus dan sesi parenting. Setelah orang tua di perkenalkan Cinta “Agape” Allah melalui karya penyelamatan Allah, mereka didoakan di pencurahan Roh Kudus agar kiranya diberikan hati dan hidup yang baru. Setelah selesai didoakan, beberapa orang tua yang sudah selesai makan siang bahkan melanjutkan doa di ruang adorasi sampai sesi selanjutnya mulai.

Kegiatan selama 2 hari ini, diakhiri dengan sesi parenting yang dibawakan sangat bagus oleh Kak Anne Gracia. Kak Anne yang memang ahli di bidang ini menyampaikan bahwa usia SMP-SMA, para remaja berada dalam kondisi peralihan dari anak-anak menuju dewasa, di mana tingkah lakunya kerap kali membuat emosi kedua orang tua dan punya tuntutan untuk privasi. Untuk membangun ikatan keluarga yang kuat, Kak Anne mengajak para orang tua membangun kebiasaan berdoa bersama dan atau membaca Alkitab bersama, di mana poin doa dan membaca Alkitab juga menjadi komitmen sebagai teen cordisians.

Dalam kegiatan yang singkat ini, beberapa teen cordisians yang sudah mendapat mentoring tentang “7 Habits” diminta untuk mempraktekkan dengan membantu di beberapa bagian seperti registrasi, doa, konsumsi dan nursery. SL yang asyik, lagu praise yang heboh dan ice breaking membuat orang tua yang hadir semangat untuk mengikuti semua sesi yang dibawakan. Terima kasih semua panitia rekoleksi!

Oleh: Inggrid Nugroho

 

Recommended Posts