Sebuah ayat Kitab Suci mengatakan bahwa rahmat Tuhan selalu baru setiap pagi. Panitia True Love Celebration Conference (TLCC) 2011 meng-amin-i kebenaran akan kasih Tuhan melalui rahmat kekuatan-Nya ini. Berapa tidak, malam sebelumnya sebagian besar panitia TLCC masih ada di Mega Glodok Kemayoran tempat acara TLCC berlangsung sampai jam 02.00 dini hari untuk mengolah data online registration serta persiapan tempat dan seluruh rangkaian acara, lalu di pagi yang cerah (Sabtu, 5 November 2011) terlihat beberapa orang muda ini sudah mulai berdatangan kembali untuk persiapan akhir. Seluruh panitia terlihat semangat untuk mempersiapkan acara besar ini, terlihat dari raut wajah mereka yang penuh semangat walaupun ada beberapa yang masih mengantuk, karena waktu masih menunjukkan pukul 05.30 pagi. Mereka semua mengerjakan dengan baik segala sesuatu yang menjadi tanggung jawab mereka. Memang kerja buat Tuhan selalu manise. Ada yang menyusun meja-meja untuk pameran, menyiapkan sarapan pagi, memeriksa kembali sounsysteyang sudah terpasang di malam sebelumnya, mempersiapkan meja registrasi dan lain sebagainya. Semua dikerjakan dengan satu niat yang sama, memberikan yang terbaik buat Tuhan melalui acara yang diprakarsai oleh PEMIKAT Keusukupan Agung Jakarta (K AJ) dan dilaksanakan oleh Komunitas Domus Cordis bersama dengan banyak kelompok kategorial orang muda lainnya yang ada di KAJ. Pukul 06.00 pagi panitia yang sudah berkumpul di LockeRoom menaikkan doa dan pujian kepada Tuhan, bersyukur untuk hari dan hidup yang baru, tetapi terlebih lagi mempersembahkan semua rangkaian kegiatan hari itu dalam penyertaan dan bimbingan Tuhan.

Bersama dengan berjalannya waktu, semakin siang, semakin banyak orang muda yang mulai berdatangan, ada yang sendiri, berdua, atau berkelompok. Banyak dari mereka yang datang sebelum acara dimulai adalah orang muda dari kategorial-kategorial yang ikut berpartisipasi mengisi bootpameran. Dalam waktu singkat, ruang pameran yang tadinya hanya berisi meja dan kursi yang sebagai standar fasilitas dari panitia TLCC langsung berubah menjadi hiruk pikuk ceria dan sangat menampakkan wajah masing-masing kelompok kategorial. Space berukuran 2×3 m2 didekorasi sedemikian rupa sehingga tampilannya sangat menarik. Di acara TLCC ini memang sudah  disediakan satu ruangan khusus yang digunakan untuk pameran dari berbagai macam kelompok kategorial K AJ. Ada sekitar 20 kelompok kategorial yang ikut berpartisipasi dan mereka memperkenalkan visi, misi, serta kegiatan kerasulan  mereka. Di salah satu sudut ruangan terlihat stanjualan baju-baju rohani yang tidak kalah ramai dibanding stand-stanlainnya. Ditambah kehadiran stanMajalah Hidup, ruang pameran ini menjadi salah satu ruangan yang sangat hidup, tidak pernah terlihat sepi, dan selalu terdengar tawa di sana-sini. Semua orang muda yang hadir tampak berbaur antar kategorial, saling berkenalan, ngobrol dan bertukar cerita/informasi mengenai komunitas/kelompoknya. Interaksi antar kategorial ini memang sangat diharapkan agar dapat saling mengenal dan bekerja sama membentuk jejaring sehingga menciptakan dampak yang luas bagi Gereja, terutama orang muda Katolik.

Pada pukul 08.00 di lantai 10 meja registrasi juga sudah mulai dibuka. Ada beberapa tamu undangan yang mulai berdatangan untuk melakukan registrasi karena acara pembukaan dimulai dengan pujian dan doa pembukaan. Setelah pujian dan penyembahan di tempat itu acara dibuka langsung oleh Romo Andang, SJ (Vikep K AJ). GeneraAssemblpagi itu juga diisi oleh kesaksian dari pembicara muda dan motivator yang sukses sekaligus penulis buku “Mimpi Sejuta Dollar” yang bernama Merry Riana. Perut dari Merry Riana yang membuncit karena ia sedang hamil tua tidak menghalangi semangatnya dalam mewartakan harapan dan cinta Tuhan melalui apa yang pernah ia alami dalam hidupnya. Sesi ini menjadi semakin menarik ketika Romo Andang menanyakan beberapa pertanyaan kepada Merry Riana mengenai kehidupannya di masa lalu. Pertanyaan ini membuat Merry Riana banyak menceritakan bagaimana ia berjuang untuk melewati setiap permasalahan dalam hidupnya dan bagaimana Tuhan yang ia percayai menjadi Tuhan yang dapat ia andalkan dalam hidupnya. Kesaksian Merry Riana menjadi begitu hidup karena berangkat dari pengalaman hidupnya sehingga membuat haru banyak audience yang hadir. Tak terasa waktu sudah  menunjukkan pukul 10.30 dimana acara workshop di lantai bawah akan segera dimulai.

Setelah diberi waktu istirahat beberapa menit oleh panitia, para peserta conference yang ada di Ballroom ICC lantai 10 pun mulai bersiap untuk memasuki ruangan workshop yang ada di lantai 9, sesuai dengan pilihan mereka masing-masing. Merekapun turun dari lantai atas untuk mencari ruangan yang telah disediakan untuk mengikuti workshop. Ada lima workshop yang berlangsung secara pararel di lima ruang yang berbeda, dan setiap workshop diisi oleh kelompok kategorial yang berbeda. Workshop ini dibagi 2 gelombang, yaitu workshop pagi dan workshop siang. Dengan demikian ada 10 kelompok kategorial yang ikut mengisi workshop-workshop tersebut. Tema bahasan yang diangkat semuanya terkait orang muda, yang secara khusus diuraikan dari sudut pandang kekhasan kelompok mereka masing-masing. Workshop ini berlangsung dengan menarik karena dibawakan oleh para pembicara yang memang sudah biasa dengan audience orang muda. Para bloggers juga hadir di setiap ruangan untuk meliput secara langsung suasana workshop yang sedang berjalan. Hasil tulisan mereka lalu diserahkan ke bidang sociamedia conference ini, untuk segera diposting di website, Facebook, dan Twitter TLC Conference 2011 sehingga teman-teman orang muda yang tidak bisa hadir bisa juga mengikuti jalannya acara tersebut. Setiap ruangan juga dilengkapi dengan video kamera yang merekam setiap workshop, di samping juga seorang conference reporteyang ke sana ke mari untuk meliput dan mewawancarai peserta yang hadir. Semuanya ini membuat TLC Conference ini benar-benar menjadi sebuah conference orang muda yang sangat modern dan utdatdengan dunia orang muda.

Setiap workshop berlangsung sekitar 1 ½ jam. Di setiap akhir workshop selalu disediakan waktu bagi kelompok kategorial untuk memberikan presentasi perkenalan kelompok mereka, baik di workshop pagi maupun di workshop siang. Tepat pada pukul 12.00 siang semuanya selesai untuk istirahat makan siang. Di sekitar ruangan workshop terlihat ada stanpenjualan makanan yang di penuhi banyak orang yang mulai mencari makanan untuk makan siang mereka dan ada beberapa pedagang makanan yang berkeliling disekitar ruangan pameran menjual makanan dan minuman. Saat makan siang ini ruang pameran ramai diserbu pengunjung sambil menunggu waktu untuk masuk ke workshop siang. Rm. Deshi Ramadhani, SJ, sebagai moderator komunitas Domus Cordis terlihat berkeliling menyapa orang muda yang hadir. Pukul 13.15 kembali lima workshop dimulai, dan panitia kembali mengingatkan peserta yang berkerumun di ruang pameran untuk segera menuju ruang-ruang workshop.

Workshop siang ini berakhir pukul 14.45, dan seperti sebelumnya panitia juga menyediakan waktu beberapa menit bagi para peserta untuk bersiap kembali ke Ballroom ICC lantai 10.  Sekitar pukul 14.30 Uskup Agung Jakarta Mgr. Ignatius Suharyo Pr sudah hadir di Mega Glodok Kemayoran. Beliau ditemani oleh Riko Ariefano selaku ketua koordinator umum TLCC berkeliling melewati ruangan- ruangan workshop di lantai 9. Bapak Uskup juga menyempatkan diri untuk melihat ruangan pameran serta menyapa setiap kelompok satu per satu. Di setiap stand, orang-orang muda selalu berkerumun untuk foto bersama dengan beliau. Setelah berkeliling Bapak Uskup naik ke lantai 10 untuk bersiap memulai acara talkshow. Acara talkshoyang diberi judul ‘Meet the Bishop’ ini dimulai dengan puji-pujian dan doa yang dipersembahkan oleh kelompok Imago Dei. Music stomp kelompok ini ikut memeriahkan World Youth Day 2011 di Madrid sebagai perwakilan orang muda dari Indonesia. Seluruh suasana ini menciptakan suasana kegembiaraan dalam memuji Tuhan. Setelah pujian dan doa selesai, Rm. Andang, SJ membuka dan memandu acara tanya jawab dengan Bapak Uskup. Selain pertanyaan-pertanyaan dari surveyang sudah disediakan oleh panitia TLCC, ada beberapa anak muda yang hadir memberikan pertanyaan langsung ke Bapak Uskup. Beliau menjawab setiap pertanyaan dengan sangat simpatik dan santai, hal ini membuat suasana menjadi begitu hangat dan membuat banyak orang muda merasa disapa secara istimewa karena jarang orang muda bisa berinteraksi langsung dengan Bapak Uskup. Bagi mereka yang pertanyaan atau komentarnya belum sempat ditanggapi oleh Bapak Uskup, atau bahkan mereka yang belum sempat menyampaikan aspirasinya, Rm. Andang tetap membuka ruang dialog ini lewat website www.truelovecelebration.org ataupun di kegiatan-kegiatan orang muda KAJ selanjutnya. Acara ‘Meet the Bishop’ ini dihadiri oleh sekitar 900 orang muda dan berlangsung ± 2 jam. Di akhir acara, Romo Suyadi, Pr selaku Komisi Kepemudaan K AJ, menutup sesi talkshodengan memberikan dukungan semangatnya bagi orang muda.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan Misa Syukur bersama yang dibawakan oleh Bapak Uskup dan didampingi oleh beberapa Romo lainnya. Mgr. Ignatius menyerukan agar semangat ini tidak hanya berhenti pada sebuah kegiatan, tapi juga ada tindak lanjut yang nyata sehingga lebih banyak orang muda yang mengalami kasih Allah. Misa berjalan dengan indah, dimeriahkan oleh Choice Choir dan bibit-bibit muda yang bermain dalam Don Bosco Orchestra. Setelah misa, seluruh rangkaian kegiatan True Love Celebration Conference 2011 inipun berakhir. Berbagai ekspresi wajah terlihat sesuai misa. Banyak ekspresi wajah yang menyiratkan: “Ahhh selesai sudah!” sambil berpelukan satu sama lain. Ini yang pasti adalah ekspresi para panitia. Ada pula ekspresi yang kelaparan dan langsung menyerbu stanmakanan yang disediakan di depan Ballroom ICC setelah misa. Ini pasti adalah orang muda yang sedang dalam masa pertumbuhan. Ada pula yang datar tanpa ekspresi yang mungkin sedang mengolah apa yang Bapak Uskup katakan. Apapun ekspresi yang terpancar, bagaimanapun situasi hati yang ada saat itu semoga seperti nama acara ini: True Love Celebration, setiap hati orang muda di KAJ dipenuhi cinta sejati yang dari Tuhan. Melalui talenta, kesaksian hidup, kreativitas, dan begitu banyak kesempatan di masa muda, semoga kasih Tuhan meliputi setiap hati orang muda yang hadir dalam TLCC sehingga orang muda di KAJ dimampukan untuk berbagi diri bagi sesama dan Gereja untuk kemuliaan nama Tuhan.

Follow up TLC Conference 2011? Pastinya ada, tunggu saja tanggal mainnya.

Time & Venue:
5 November 2011
Mega Glodok Kemayoran

Info lengkapnya dapat dilihat di: www.truelovecelebration.org