Support
February 15th, 2010Thank You Note 2011
Dear all Cordisians and Benefactors/Benefactresses,
Søren Kierkegaard, seorang pemikir dari Denmark selama paruh pertama abad ke-19, mengatakan, “Life can only be understood backwards, but it must be lived forwards.” Ucapan itu kembali bergema pada saat istimewa menjelang akhir tahun. Selama tahun 2011 ini Domus Cordis telah melakukan banyak hal. Daftar lengkap tentang itu semua tentu disajikan di ruang lain. Yang lebih penting adalah bukan sekadar melihat daftar itu sebagai rangkaian “something.” Di balik itu semua, kemampuan untuk berjalan terus melangkah ke depan mengandaikan adanya banyak pribadi yang terlibat.
Pertama-tama tentu saja semua yang menyediakan diri untuk dibentuk di dalam Domus Cordis. Kemudian tak kalah pentingnya pula sekian banyak pribadi yang terlibat dalam pemberian kasih mereka. Maka, bagi saya, daftar itu adalah rangkaian “someone.” Lebih dari itu, karena setiap pribadi adalah sebuah mukjizat dari Tuhan, daftar itu adalah sebuah rangkaian “miracles.”
Dengan menengok ke belakang, saya pun semakin bisa mengerti, apa yang sesungguhnya terjadi selama 2011 ini. Ada yang semula hanya merupakan mimpi, ada yang semula dianggap mustahil, ada yang semula diragukan, sekarang telah bisa dimasukkan dalam daftar kenyataan sejarah. Maka, sebelum kita melanjutkan langkah kita ke depan, dan melihat itu semua, izinkan saya mengucapkan secara tulus kepada para Cordisians dan para sahabat pendukung, “Thank you for being part of that chain of miracles!”
With my priestly benediction,
Deshi Ramadhani, SJ
Moderator Domus Cordis
Thank You Note 2010
Salam sejahtera,
Puji syukur kami angkat setinggi-tingginya bagi Allah yang Maha Kasih, yang telah memulai pekerjaan yang baik di tengah-tengah kita, dan yang terus menyempurnakannya di dalam kasihNya.
Terima kasih yang sebesar-besarnya, sebab oleh dukungan anda, tahun ini Domus Cordis menapaki tahun perjalanannya yang ke-3 dalam melayani Gereja dan orang muda. Sebagai mitra kami, anda telah menjadi perpanjangan tangan Tuhan dan inspirasi yang terus meneguhkan kami untuk merangkul serta memberdayakan orang muda bagi Gereja dan sesama.
Sepanjang tahun-tahun ini, dukungan anda telah membawa Domus Cordis berkembang dari 20 orang anggota menjadi sekitar 70 orang anggota yang terdaftar hari ini. Di luar itu masih ada puluhan orang muda yang bekerjasama dengan Domus Cordis dalam berbagai karya kerasulan yang telah dan sedang berjalan.
Kerasulan-kerasulan ini terdiri dari berbagai bentuk proyek dari yang sifatnya jangka panjang seperti pewartaan kabar baik untuk orang muda dan pendampingan anak-anak kurang mampu, sampai ke kunjungan karya kasih tahunan dari desa ke desa, atau bahkan retret bagi para calon imam. Berbagai kerasulan ini telah menyentuh hidup orang muda bukan saja di Jakarta, tapi juga di desa-desa pedalaman di Jawa Tengah, dan bahkan sampai ke pesisir pantai di Atambua.
Ada ribuan hidup orang muda yang telah tersentuh, sebab dukungan anda telah mengukir cinta Tuhan dalam hati mereka.
Semoga berbagai info di web ini dapat menceritakan bagaimana kemurahan hati anda telah menciptakan perbedaan yang berarti.
Ad Maiorem Dei Gloriam!
Riko.














