The Journey
January 28th, 2012Pembentukan rohani adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh tantangan, yang membuat hidup ini seru. Tapi pembentukan rohani memberikan reward yang tak tergantikan, karena di dalamnya Roh Tuhan bergerak membebaskan kita dari segala sesuatu yang menghalangi kita untuk hidup sesuai rencana Allah. Hasilnya, hidup kita akan sungguh penuh berkat, penuh arti, serta sungguh memancarkan kasih dan sukacita pengharapan bagi dunia – just like Jesus.
Domus Cordis memilih untuk menempuh perjalanan ini dengan komitmen akan sebuah gaya hidup yang mengajak kita semua ke luar dari comfort zone, dan bergerak meraih mimpi Tuhan bagi kita masing-masing. Ini diungkapkan lewat gaya hidup doa, Kitab Suci dan ajaran Gereja, Ekaristi, Sakramen Tobat, pertemuan komunitas, dan persembahan kasih bagi Gereja dan sesama.
Di tahun orientasi (tahun 0), anggota DC (cordisian) diajak untuk menjalani proses discernment selama 1 tahun, yaitu proses untuk mengenali apakah Tuhan sungguh memanggil ia untuk bergabung dalam komunitas ini. Bentuk keanggotaan di tahun ini memang agak longgar karena ini adalah tahap orientasi. Apabila ia merasa tidak terpanggil, maka di akhir tahun ia bisa mengakhiri komitmennya di DC. Apabila ia merasa terpanggil untuk melanjutkan keanggotaannya, maka ia perlu melepaskan keanggotaannya di komunitas lain sebelum memasuki tahap komitmen DC selanjutnya.
Di tahun-tahun konfirmasi (tahun 1 – 6), para cordisian diajak untuk menjelajahi hatinya yang terdalam, dan melihat bagaimana Roh Tuhan bergerak membentuk dan mengarahkan hidupnya. Ini mencakup materi-materi Theology Of the Body, Gifts of The Holy Spirit, Journey to Freedom, Hearts of Men & Hearts of Women spirituality, Life Mission, Servant Leadership, Catholic Social Teaching, Evangelization, dan sebagainya. Setiap materi dibangun di atas materi sebelumnya, sehingga perjalanan ini membuahkan hasil yang optimal bagi hidupnya, dan bagi setiap karya yang ia persembahakan bagi Gereja dan sesama orang muda.
Perjalanan ini juga mencakup DC Internal Retreat yang diadakan setidaknya setahun sekali. Retret wajib bagi para cordisian ini menjadi doa dan refleksi bersama, seraya terus membuka hati bagi rahmat pembaharuan yang Tuhan mau limpahkan.
Program fellowship yang juga diadakan secara berkala menjadi salah satu sarana dalam membangun persaudaraan yang saling meneguhkan panggilan dan mimpi masing-masing cordisian. Dari sekedar kumpul-kumpul sederhana hingga kegiatan outdoor bisa menjadi cara Tuhan bekerja untuk menyembuhkan, memulihkan, dan bahkan menggerakkan hati orang muda dalam bergerak meraih mimpi bagi Gereja dan sesama orang muda.
Spiritual formation atau pembentukan rohani memang menuntut kerja keras dan kesetiaan, sebab tanpa ini, kita tidak bisa berbuah limpah bagi Kerajaan Allah. DC mengundang, mengajak, dan menantang semua orang muda, untuk berani memilih jalan ini, seperti yang diungkapkan oleh pelindung DC – Beato Yohanes Paulus II, berikut ini:
“Ask yourselves, young people, about the love of Christ. Acknowledge His voice resounding in the temple of your heart. Return His bright and penetrating glance which opens the paths of your life to the horizons of the Church’s mission. It is a taxing mission, today more than ever, to teach men the truth about themselves, about their end, their destiny, and to show faithful souls the unspeakable riches of the love of Christ. Do not be afraid of the radicalness of His demands, because Jesus, who loved us first, is prepared to give Himself to you, as well as asking of you. If He asks much of you, it is because He knows you can give much.”
― John Paul II
Theology Of the Body
Setiap anggota DC angkatan pertama sepanjang tahun menelusuri bahan-bahan Theology Of the Body (TOB) yang diajarkan oleh mendiang Paus Yohanes Paulus II. Beliau dengan berani mengajarkan bahwa tubuh manusia adalah pintu masuk untuk mengenal Allah. Materinya sangat memberikan inspirasi baru dalam memandang Allah, mengerti hidup, serta mengungkapkan cinta. Tidak heran kalau penulis biografi kepausan George Wiegel menulis bahwa TOB ini adalah “…theological time bomb set to go off with dramatic consequences…” Di berbagai belahan dunia TOB telah menghasilkan buah-buah bagi penghayatan hidup Kristiani bukan saja bagi orang muda, tapi juga bagi pasangan suami istri dan para selibat.
Di Indonesia saat ini baru ada satu buku TOB dalam bahasa Indonesia yang ditulis oleh Rm. Deshi Ramadhani, SJ, berjudul “Lihatlah Tubuhku: Membebaskan Seks bersama Yohanes Paulus II”. DC menggunakan buku ini bersama dengan beberapa buku lain dalam bahasa Inggris.
Real Man & Real Woman
Apa artinya menjadi Real Man dan Real Woman. Bila Real Man artinya harus berani bertanggungjawab, apakah Real Woman tidak harus bertanggungjawab? Bila Real Woman harus penuh kasih, apakah Real Man tidak harus penuh kasih? Kalau begitu apa yang sungguh membedakan spiritualitas pria dan wanita? Apa yang membuat pria sungguh merasa penuh dan bebas di dalam Allah? Apa yang membuat wanita sungguh merasa penuh dan bebas di dalam Allah?
Berangkat dari dasar-dasar penghayatan TOB, para cordisian menempuh perjalanan menuju kebebasan sejati sebagai Real Man dan Real Woman. Bersama dengan Rm. Deshi Ramadhani, SJ yang juga menelusuri male spirituality bagi para imam dan calon imam, DC mau menghayati apa yang Tuhan ungkapkan lewat the hearts of men dan the hearts of women dalam aplikasi kehidupan sehari-hari.
Allah menciptakan manusia laki-laki dan perempuan berbeda, sehingga masing-masing menampakkan gambar dan rupa Allah dengan cara yang berbeda juga. Bila perbedaan ini diberi ruang untuk berkembang seturut pimpinan Roh Kudus, maka buahnya adalah adalah pria dan wanita yang sungguh menampilkan Allah secara penuh. Materi formation ini sudah mulai menghasilkan buahnya, terlihat dari beberapa hidup Cordisian yang berubah. Yang cowok menjadi lebih cowok, yang cewek menjadi lebih cewek, dan bersama-sama menjadi berkat bagi sesama.
Kedua materi ini menjadi dasar pembentukan rohani selanjutnya dalam perjalanan cordisian menemukan Life Mission masing-masing seturut panggilan Allah dalam hidup mereka.













