DESTINATION CONFIRMED

Domus Cordis mengadakan retret Destination Confirmed setiap tahun di bulan Oktober. Retret ini bertujuan mengajak orang-orang muda Katolik untuk menghayati hidup mereka dengan menemukan misi hidup pribadi lewat dasar-dasar pemahaman Teologi  Tubuh. Selain itu, retret ini juga menandai dibukanya kesempatan bagi setiap orang muda yang tertarik untuk bergabung dengan Domus Cordis.

Sesi demi sesi dibangun dari panggilan hidup secara umum dalam menghayati kasih Allah, hingga bagaimana kita dipanggil untuk memilih kebahagiaan lewat hidup selibat atau pernikahan. Setiap pilihan ini memiliki tanggungjawab dan konsekuensi yang berbeda-beda, namun semuanya mengarahkan kita untuk hidup kudus seturut undangan Allah sendiri. Selanjutnya, sesi doa penghormatan tubuh Yesus yang tersalib mengundang para peserta untuk  memandang Tubuh Kristus yang Ia berikan sebagai ungkapan cinta yang sehabis-habisnya, bahkan hingga Ia wafat bagi dosa-dosa kita. Penebusan yang Ia tawarkan bukan hanya penebusan dari dosa-dosa kita di masa lalu, tapi rahmat penebusan bagi setiap aspek kehidupan kita, termasuk penebusan hati yang membebaskan kita dari adiksi ataupun dorongan-dorongan untuk berbuat dosa. Ini menjadi dasar bagi tahap berikutnya di mana peserta diajak untuk membuka diri menerima hembusan nafas Allah yang hadir lewat doa pencurahan Roh Kudus. Teologi Tubuh berangkat dari pemahaman akan tubuh dan seksualitas, namun bermuara pada hati yang diberdayakan oleh Roh Kudus untuk mencintai secara murni, seperti Yesus sendiri mencintai dengan memberikan tubuhNya. Cinta ini menggerakkan kita untuk meraih mimpi-mimpi yang Tuhan tempatkan di hati kita yang terdalam, sehingga lewat ini setiap dari kita memiliki misi yang istimewa dan unik untuk berbuah bagi Gereja dan dunia. Kalau sesi-sesi awal memberikan pemahaman dasar, doa di hadapan salib membawa pembebasan, dan pencurahan Roh Kudus menghadirkan kuasa yang memampukan untuk mencintai, maka sesi terakhir mengajak setiap peserta untuk berani melangkah ke luar dari comfort zone mereka, serta bergerak meraih mimpi-mimpi sebagai perutusan kita untuk mewartakan Kabar Gembira bagi dunia dan sesama.

Melalui perjalanan ini, para peserta diajak untuk menjelajahi hatinya yang terdalam, dan menemukan tujuan hidupnya yang indah dan penuh harapan, seperti yang direncanakan Tuhan sendiri. Yes, our destination is indeed confirmed. Semoga Teologi Tubuh yang dimulai oleh Beato Yohanes Paulus II sungguh membawa pembaharuan bagi wajah Gereja, khususnya orang muda di  manapun mereka berada.