Kerasulan ini bekerjasama dengan pihak Gereja dalam mewartakan Kabar Gembira melalui sebuah gathering platform yang dikelola secara professional untuk memfasilitasi ungkapan-ungkapan kerasulan dan talenta – dari orang muda bagi sesama orang muda.

Karya-karyanya meliputi:

  1. Menggulirkan gerakanTLC 2010: Chastity Campaign selama 9 bulan – sebuah gerakan orang muda untuk mewartakan kemurnian seksual dengan dasar Thelogy Of the Body.
  2. Mengelola TLC Conference 2011: Mari Berbagi – sebuah konferensi orang muda yang diadakan oleh Pemikat KAJ, melibatkan kerjasama dengan kelompok-kelompok kategorial di KAJ, serta dihadiri oleh Bapak Uskup Agung Mgr. Ignatius Suharyo.
  3. Mengadakan TLC 2012: Adoration setiap hari Sabtu pertama setiap bulan di tahun 2012 dalam rangka tahun Ekaristi KAJ.

Untuk info lebih jauh, silahkan mengunjungi www.truelovecelebration.org atau menghubungi info@truelovecelebration.org

 

An insight to our dream

Bayangkan sebuah ruangan hall besar yang penuh dengan ratusan bahkan mungkin ribuan orang muda Katolik. Di luar terdengar suara gemuruh pujian dan penyembahan yang just by the sound aja kita tahu bahwa pemain-pemainnya sangat passionate dan professional, ditambah lagi dengan kualitas audio yang nggak kalah dengan konser-konser musik sekuler. Masih di luar hall, ada banyak stand dari berbagai kelompok orang muda yang promote kegiatan kerasulan mereka. Dari stand karismatik sampai stand kelompok meditasi, dan dari banner ordo religious sampai meja nci-nci jualan siomay-pun ada di sana, ikut meramaikan perayaan iman orang muda ini.

Begitu masuk ke dalam ruangan kesan pertama yang terasa adalah powerfulnya suasana kasih dan hadirat Allah. Pujian dengan lagu-lagu yang funky sama sekali tidak terkesan berisik, tapi justru menggerakkan hati orang-orang muda untuk bersukacita dalam luapan syukur dan pujian. Song Leader-nya nggak lebay ataupun terkesan show-off, tapi dengan hati yang sederhana membawa umat datang merendahkan diri, serta sujud dalam kasih dan sembah. Para singer, choir, dan penari menjadi inspirasi yang terus berkumandang, bahwa orang muda bisa berkarya bagi Gereja dan sesama. Setiap anugerah karunia dan talenta dikembangkan dan kembali dipersembahkan bagi pengagungan nama Tuhan. Ada yang jadi photographer, ada yang jadi multimedia specialist, ada yang jadi hall decorator, stage director, ada juga yang jadi usher, pendoa, dan bahkan ada yang jadi babysitter buat anak-anak kecil di ruangan sebelah. Waktu saatnya pewartaan Sabda Tuhan, pembicara – yang juga orang muda, berbagi kata nggak cuma dari wawasannya yang luas, tapi pertama-tama berangkat dari keyakinan Roh Kudus bahwa Allah sungguh-sungguh mencintai kita semua – dan khususnya mencintai generasi yang sedang bangkit ini. Kekayaan ajaran dan spiritualitas Gereja Katolik diberitakan dengan cara yang sederhana dan praktis, sehingga menyentuh setiap segi kehidupan orang muda hari ini. Very simple, down to earth, and yet powerful! Nggak heran kalau pada pertemuan seperti ini mujizat Tuhan sering terjadi, entah fisik yang disembuhkan, hati yang diubahkan, ataupun hidup-hidup yang dipulihkan bagi kerajaan Allah. Sesekali diputar beberapa movie clip kerasulan DC  di bidang-bidang non-stage, seperti karya-karya social dan charity bagi saudara-saudara kita yang menderita dan terabaikan, untuk mengundang lebih banyak lagi orang muda yang mau berbagi hidup dengan sesama – walaupun kisah-kisah ini juga tersedia di beberapa buku terbitan DC yang dijual murah di luar hall.

The heart of TLC is the spirit of evangelization!

TLC bukan show kehebatan orang muda (apalagi promosi DC!), TLC bukan show profesionalisme orang muda, TLC juga bukan sarana aktualisasi atau cari popularitas di antara orang muda. TLC adalah orang-orang muda yang memilih untuk memberikan yang terbaik bagi Yesus, lewat ungkapan kurban hati, doa, dana, waktu, talenta, dan semua anugerah Allah lainnya, yang dikembalikan bagi Gereja dan sesama orang muda. Maka tujuan utama TLC adalah to inspire young people with the love of God, sehingga orang-orang muda semakin tergerak untuk mencintai dan melayani TuhanTLC bukan celebration yang berangkat dari itung2an siapa yang lebih hebat atau siapa yang berkurban lebih banyak buat kegiatan ini, tapi it’s a humble celebration untuk menampilkan pemeran utama dari perayaan ini – Jesus Christ – The One True Love! That’s why it’s called True Love Celebration.

Big vision comes with big price…and the price is our commitment. Itu sebabnya TLC menjadi salah satu komitmen yang mau kita wujudkan bersama. This is our dream, this is our vision, and this is our commitment to pay the price by coming and working together every first Saturday!

Dear brother and sister Cordisians, let’s not just imagine things.
By the grace of God’s unlimited love, let’s make things happen!