Sekelompok orang muda yang happy karena Tuhan Yesus, yang bergerak mewujudkan mimpi besar, dan yang sama-sama berbagi hidup buat Gereja dan dunia – itu bahasa kerennya.

Bahasa kampungnya “a Catholic bond of today’s apostles, in which everyone through finding and making dreams come true, carries a mission to inspire the world with love”.

Domus Cordis (DC) artinya rumah hati; artinya setiap anggota DC yang kita sebut dengan istilah “cordisian” ini mau belajar membuka hatinya bagi Roh Tuhan untuk menyentuh, mengubah, dan bahkan menggerakkannya ke mana Tuhan mau – Journey to the unknown? Mungkin aja, be prepared! Ini termasuk belajar saling mengasihi antar sesama anggota keluarga besar komunitas yang terus mau taat dan bekerja sama dengan Gereja Katolik, sambil sama-sama melalui proses pembentukan rohani, misalnya lewat dasar-dasar Theology Of the Body, spiritualitas cowok dan cewek, servant leadership, evangelization, dan masih banyak lagi.

Dengan mayoritas rentang umur 20an sampai 30an, cordisian berasal dari latarbelakang urban yang beda-beda. Ada yang photographer, dokter, designer, technology geek, sampai penggila bola, sound engineer, dan investment consultant-pun ada. Bahkan tukang kebon juga ada – maksudnya usaha perkebunan gitu. Tinggalnya juga nyebar dari ujung Jakarta yang satu ke ujung yang lain, sehingga kalau mau ketemu pasti rame dulu karena semua ngeluh macet. Tapi akhirnya tetep ketemu juga. Kenapa? Karena cinta mengalahkan macet… ehm.

Sebagai komunitas yang terpanggil untuk jadi today’s apostles – yaitu orang-orang yang memilih untuk hidup merasul di jaman dan konteks modern ini, DC percaya bahwa solusi keruwetan dunia hari ini adalah Tuhan Yesus yang bekerja lewat orang muda. Itu sebabnya, DC selalu butuh anggota baru yang happy, yang nggak takut ke luar dari comfort zone, dan mau bekerja keras memperjuangkan budaya kasih bagi dunia kita.

Give yourself fully to God. He will use you to accomplish great things on the condition that you believe much more in His love than in your own weakness.
– Mother Teresa

A candle can only give light if it lets itself be consumed by the flame. It would remain useless if its wax failed to nourish the fire. Allow Christ to burn in you, even at the cost of sacrifice and renunciation. Do not be afraid that you might lose something and, so to speak, emerge empty-handed at the end. Have the courage to apply your talents and gifts for God’s kingdom and to give yourselves – like candlewax – so that the Lord can light up the darkness through you. Dare to be glowing saints, in whose eyes and hearts the love of Christ beams and who thus bring light to the world.
– Pope Benedict XVI