The Journey

Home / Formation / The Journey

The Journey

Sebelum seorang prajurit terjun ke medan perang, ia akan banyak melewati waktu latihan yang panjang dan tidak mudah, bahkan terkadang sangat meletihkan. Namun melalui perjalanan panjang pelatihan ini, ia dibentuk, ditempa, dan di-stretch kemampuannya untuk bertahan dan bahkan menang.

Komunitas Domus Cordis ada untuk mewartakan Kabar Gembira yang mengubah hidup orang muda menjadi lebih penuh cinta, lebih berani berbagi, dan lebih berbuah bagi sesama – just like Jesus. Untuk itu, para anggotanya (cordisian) bersedia dibentuk melalui berbagai latihan rohani yang mengembangkan kemampuannya untuk menjadi change-makers di dalam Tuhan. Pembentukan rohani ini adalah sebuah perjalanan panjang yang penuh tantangan, yang membuat hidup ini lebih dinamis. Tapi pembentukan rohani juga memberikan reward yang tak tergantikan, karena di dalamnya Roh Tuhan bergerak membebaskan kita dari segala sesuatu yang menghalangi kita untuk hidup sesuai rencana Allah. Hasilnya, hidup kita akan sungguh penuh berkat, penuh arti, serta sungguh memancarkan kasih dan sukacita pengharapan bagi dunia – sekali lagi, just like Jesus.

Domus Cordis memilih untuk menempuh perjalanan ini dengan komitmen akan sebuah gaya hidup yang mengajak kita semua ke luar dari comfort zone, dan bergerak meraih mimpi Tuhan bagi kita masing-masing. Ini diungkapkan lewat gaya hidup doa, Kitab Suci dan ajaran Gereja, Ekaristi, Sakramen Tobat, pertemuan komunitas, persembahan kasih bagi Gereja dan sesama, serta keterlibatan dalam setidaknya satu bentuk pelayanan di komunitas.

Saat baru bergabung, seorang cordisian akan melalui program DCX, yang mana ia diundang untuk menjalani proses discernment selama 1 tahun, yaitu proses untuk mengenali apakah Tuhan sungguh memanggil ia untuk bergabung dalam komunitas ini. Apabila ia merasa tidak terpanggil, maka di akhir tahun ia bisa mengakhiri komitmennya di DC. Apabila ia merasa terpanggil untuk melanjutkan keanggotaannya, maka ia perlu melepaskan keanggotaannya di komunitas lain sebelum memasuki tahap komitmen DC selanjutnya.

Di tahun-tahun lanjutnya, para cordisian diajak untuk menjelajahi hatinya yang terdalam, dan melihat bagaimana Roh Tuhan bergerak membentuk dan mengarahkan hidupnya. Dalam prosesnya, spiritualitas DC banyak diwarnai oleh pengalaman Pembaharuan Karismatik Katolik, semangat Ignasian, dan wawasan Teologi Tubuh. Ini mencakup materi-materi Discipleship, Theology Of the Body, Gifts of The Holy Spirit, Journey to Freedom, Hearts of Men & Hearts of Women spirituality, Life Mission, Discernment, Servant Leadership, Catholic Social Teaching, Evangelization, dan sebagainya. Setiap materi dibangun di atas materi sebelumnya, sehingga perjalanan ini membuahkan hasil yang optimal bagi hidupnya, dan bagi setiap karya yang ia persembahkan bagi Gereja dan sesama orang muda. Perjalanan ini juga mencakup DC Internal dan Annual Retreat yang terdiri dari silentium dan community fellowship.

Spiritual formation atau pembentukan rohani memang menuntut kerja keras dan kesetiaan, sebab tanpa ini, kita tidak bisa berbuah limpah bagi Kerajaan Allah. Namun bersama dengan kerja keras ini, ada janji Tuhan akan hidup yang sungguh penuh sukacita sejati.

DC mengundang, mengajak, dan menantang semua orang muda, untuk berani memilih jalan ini, seperti yang diungkapkan oleh Santo pelindung komunitas ini:

Ask yourselves, young people, about the love of Christ. Acknowledge His voice resounding in the temple of your heart. Return His bright and penetrating glance which opens the paths of your life to the horizons of the Church’s mission. It is a taxing mission, today more than ever, to teach men the truth about themselves, about their end, their destiny, and to show faithful souls the unspeakable riches of the love of Christ. Do not be afraid of the radicalness of His demands, because Jesus, who loved us first, is prepared to give Himself to you, as well as asking of you. If He asks much of you, it is because He knows you can give much.

(St. John Paul II)