DC Mission 2017: Semarang

Home / Articles / DC Mission 2017: Semarang

DC Mission 2017: Semarang

MULIH NDESO

Siapa menyangka bahwa akan ada DC Mission  di wilayah Keuskupan Agung Semarang.  Ide ini pertama-tama tercetus ketika kami, Budi dan Fenny berencana untuk pulang kampung ke Parakan di Temanggung, Jawa Tengah. Istilah Bahasa Jawanya “mulih ndeso”. Kepulangan kami ke desa memang dikarenakan kondisi orang tua yang sudah tidak terlalu sehat. Lalu, beberapa kali kami bicara dengan Riko, yang menjadi Head of Domus Cordis, akhirnya tercetuslah ide explore melayani Keuskupan Agung Semarang, membawa kabar gembira tentang Yesus.

 

 

 

 

MELAYANI TUHAN DI JAWA TENGAH

Paroki Promasan, yang berada di wilayah sekitar Goa Maria Sendangsono, menjadi tempat yang kami jajaki untuk karya pelayanan ini. Wilayah Sendangsono sendiri sudah menghasilkan 50 orang Romo dan 200 orang lagi yang menjadi Bruder maupun Suster dalam 50 tahun terakhir. Dalam perjalanan 10 tahun terakhir, Domus Cordis juga turut serta melayani sesama di wilayah Sendangsono dengan memberikan bantuan kesehatan, serta membantu pembagian beasiswa yang dikoordinir oleh kerasulan Spes Cordis (kerasulan Domus Cordis yang bergerak di bidang social charity), bekerja sama dengan tim Pak Ignatius Mulyono (Alm.). Kami pun menemui Romo Paroki Gereja St. Maria Lourdes di Promasan, yaitu Romo Tedjo. Beliau menyambut baik rencana kami untuk membantu pendampingan remaja. Lalu, diputuskanlah bahwa bulan Juli 2017, bersamaan dengan proyek tahunan Spes Cordis, diadakan pertemuan remaja pertama kali yang didampingi juga oleh kerasulan Life Teen Indonesia. (Life Teen Indonesia adalah gerakan pendampingan remaja dengan misi – leading teens closer to Christ).

 

PERTEMUAN REMAJA JULI 2017

Kegiatan pertemuan remaja akhirnya terlaksana pada awal bulan Juli 2017 dan berlangsung selama 2 hari berturut-turut, yaitu Sabtu dan Minggu. Pada hari pertama, setelah selesai misa, diadakanlah pertemuan khusus untuk remaja-remaja paroki Promasan yang bersifat umum, artinya siapa saja boleh ikut. Sedangkan di hari kedua diadakan khusus untuk anak-anak penerima beasiswa. Ada sekitar 50 orang remaja yang mengikuti kegiatan, baik di hari pertama maupun kedua. Di acara ini, kami melihat kerinduan anak-anak muda di paroki Promasan untuk berkumpul bersama, memuji nama Tuhan, mendengarkan firman serta sharing mengenai pribadi Yesus. Setelah acara selesai, kami berdiskusi kembali dengan Romo Paroki untuk mempersiapkan program pendampingan remaja yang akan dilakukan bersama pada awal tahun 2018.

Selain melayani wilayah di Sendangsono, kebetulan kami (Baca: Budi dan Fenny) berdomisili di Parakan dan menjadi umat dari Paroki Keluarga Kudus. Kami melihat kegiatan orang muda di paroki kami sangat minim. Setelah beberapa waktu, kami juga diminta oleh seorang ibu pendamping remaja, untuk mengikuti kegiatan salah satu retret Paroki. Paroki tersebut mengirimkan 10 orang remaja untuk mengikuti retret ini. Pulang dari kegiatan itu, kami diajak berdiskusi oleh salah satu pendamping misdinar. Permintaan untuk mendampingi retret misdinar pun terlontarkan. Pintu untuk melayani semakin terbuka, tetapi kami juga berkoordinasi dengan DC Jakarta agar dalam proses pendampingan ini, tidak hanya dilakukan sekali waktu saja, tetapi bisa secara rutin (ter-follow up), sehingga semakin banyak anak-anak mendekat pada Yesus Kristus dengan materi yang juga dipersiapkan dengan baik.

 

RETRET MISDINAR SEPTEMBER 2017

Retret Misdinar dilaksanakan pada tanggal 2 s.d. 3 September 2017. Selama dua hari tersebut, ada 64 orang remaja serta 11 orang pendamping yang berkumpul bersama untuk memuji dan memuliakan Tuhan. Retret dibagi menjadi 5 sesi, outbond dan doa bersama. Setelah retret selesai, kami juga membagikan feedback form di mana ada sebanyak 37% orang yang mengikuti retret menyatakan bahwa sesi doa menginspirasi mereka. Tentunya, hal ini menjadi kabar yang sangat baik. Jika mereka dapat merasakan semakin dekat dengan Yesus, maka mereka tentunya akan lebih terlibat lagi dalam kegiatan di gereja. Untuk itu, kami mencoba mengajak para remaja ini bertemu kembali setiap minggu di bulan kitab suci. Semoga Tuhan semakin berkarya di hati mereka sehingga mereka semakin terpanggil untuk terus hadir dalam berbagai acara pendampingan yang dilakukan di paroki.

 

PELAYANAN LAINNYA

Melayani Tuhan dan sesama tentu tidak berhenti sampai di sini. Ke depannya kami diminta untuk mendampingi rekoleksi anak-anak SD Katolik Santa Maria, dari kelas 1 sampai dengan kelas 6. Semoga kegiatan ini bisa menjadi agenda tahunan. Selain itu, kami juga berkoordinasi untuk menyiapkan bahan untuk rencana kegiatan yang berlangsung tahun depan bagi Paroki Promasan. Masih banyak yang harus terus didoakan dan dipersiapkan. Kami hanya berharap agar rahmat Tuhan terus tercurah sehingga semua proyek pendampingan remaja ini bisa berjalan dengan baik. Please pray for us always.

Oleh: Budi Satrio dan Fenny Yuni Andari.

 

Recommended Posts